Transformasi Digital KFTD: Menghadirkan Ekosistem Distribusi Kesehatan Masa Depan yang Terintegrasi
JAKARTA – Dunia logistik dan distribusi farmasi kini tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Di tengah tuntutan akan kecepatan, akurasi stok, dan transparansi data, PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) secara resmi mempertegas komitmennya dalam memimpin era baru distribusi melalui akselerasi transformasi digital hulu ke hilir.
Langkah strategis ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah transformasi fundamental untuk meninggalkan proses manual yang memakan waktu dan beralih ke ekosistem digital yang efisien. Melalui integrasi enam aplikasi unggulan, KFTD hadir dengan solusi komprehensif yang mencakup seluruh rantai pasok kesehatan nasional.
Satu Ekosistem, Beragam Solusi Digital
Transformasi digital KFTD dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik setiap stakeholder, mulai dari mitra fasilitas kesehatan hingga para Principal. Enam pilar digital utama yang kini menjadi motor penggerak operasional KFTD antara lain:
- KHOS (KFTD Hospital Ordering System): Aplikasi berbasis web yang mempermudah Rumah Sakit Jaringan dalam melakukan pemesanan barang secara mandiri serta memantau proses pengiriman secara real-time.
- KForce: Solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi tim penjualan melalui pemantauan kunjungan salesman ke gerai secara akurat.
- Medbiz: Marketplace kesehatan yang memberikan pengalaman belanja daring yang praktis dan aman bagi para mitra dengan berbagai penawaran menarik.
- Medtrack: Sistem pelacakan yang fokus pada penghitungan lead time, mulai dari penyiapan barang di gudang hingga produk sampai ke tangan pelanggan.
- SAP WM (Warehouse Management): Fondasi digitalisasi manajemen gudang yang menjamin akurasi data pada proses Good Receipt, penyimpanan, hingga Good Issue.
- Principal Dashboard: Platform transparansi data yang memungkinkan para Principal untuk memantau performa produk dan distribusi mereka secara web-based.
Menjaga Integritas dan Kepercayaan
Implementasi ekosistem digital ini sejalan dengan upaya KFTD dalam menjaga standar CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) dan CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik). Dengan pencatatan data yang tervalidasi secara sistem, risiko kesalahan manusia (human error) dapat diminimalisir, sementara aspek ketertelusuran (traceability) produk semakin terjamin.
Melalui transformasi ini, KFTD tidak hanya memperkuat posisinya sebagai perusahaan distribusi produk kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa akses kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat terwujud melalui sistem logistik yang modern dan tepercaya.
(Corcom KFTD)
